sejarah TCP/IP

Rabu, 18 Januari 2012

Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.

Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP.. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.

Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar de-facto jaringan komputer berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :

• Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan.
• Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.
• Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.
• TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.

Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP

Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection ( OSI ).

Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :

• Physical Layer (lapisan fisik)
Merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan. TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.

• Network Access Layer
fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.

• Internet Layer
mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
1. Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
2. Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.
• Transport Layer
mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi
yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
1. Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
2. Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berartii.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram Protocol ( UDP ). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat connection oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol. Untuk beberapa hal yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif terhadap delay seperti video conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika terdapat delay yang cukup berarti.

• Application Layer
merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer
Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.




Pengiriman dan Penerimaan Paket Data

Layer-layer dan protokol yang terdapat dalam arsitektur jaringan TCP/IP menggambarkan fungsi-fungsi dalam komunikasi antara dua buah komputer. Setiap lapisan menerima data dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses data tersebut sesuai fungsi protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya. Ketika dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim dan penerima melalui lapisan-lapisan di atas. Pada pengirim, aliran data adalah dari atas ke bawah. Data dari user maupun suatu aplikasi dikirimkan ke Lapisan Transport dalam bentuk paket-paket dengan panjang tertentu. Protokol menambahkan sejumlah bit pada setiap paket sebagai header yang berisi informasi mengenai urutan segmentasi untuk menjaga integritas data dan bit-bit pariti untuk deteksi dan koreksi kesalahan.
Dari Lapisan Transport, data yang telah diberi header tersebut diteruskan ke Lapisan Network / Internet. Pada lapisan ini terjadi penambahan header oleh protokol yang berisi informasi alamat tujuan, alamat pengirim dan informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan routing. Kemudian terjadi pengarahan routing data, yakni ke network dan interface yang mana data akan dikirimkan, jika terdapat lebih dari satu interface pada host. Pada lapisan ini juga dapat terjadi segmentasi data, karena panjang paket yang akan dikirimkan harus disesuaikan dengan kondisi media komunikasi pada network yang akan dilalui.
Terakhir data akan sampai pada Physical Layer yang akan mengirimkan data dalam bentuk besaran-besaran listrik/fisik seperti tegangan, arus, gelombang radio maupun cahaya, sesuai media yang digunakan.
Di bagian penerima, proses pengolahan data mirip seperti di atas hanya dalam urutan yang berlawanan (dari bawqah ke atas). Sinyal yang diterima pada physical layer akan diubah dalam ke dalam data. Protokol akan memeriksa integritasnya dan jika tidak ditemukan error t header yang ditambahkan akan dilepas.
Selanjutnya data diteruskan ke lapisan network. Pada lapisan ini, address tujuan dari paket data yang diterima akan diperiksa. Jika address tujuan merupakan address host yang bersangkutan, maka header lapisan network akan dicopot dan data akan diteruskan ke lapisan yang diatasnya. Namun jika tidak, data akan di forward ke network tujuannya, sesuai dengan informasi routing yang dimiliki.
Pada lapisan Transport, kebenaran data akan diperiksa kembali, menggunakan informasi header yang dikirimkan oleh pengirim. Jika tidak ada
kesalahan, paket-paket data yang diterima akan disusun kembali sesuai urutannya pada saat akan dikirim dan diteruskan ke lapisan aplikasi pada penerima.
Proses yang dilakukan tiap lapisan tersebut dikenal dengan istilah enkapsulasi data. Enkapsulasi ini sifatnya transparan. Maksudnya, suatu lapisan tidak perlu mengetahui ada berapa lapisan yang ada di atasnya maupun di bawahnya. Masing-masing hanya mengerjakan tugasnya. Pada pengirim, tugas ini adalah menerima data dari lapisan diatasnya, mengolah data tersebut sesuai dengan fungsi protokol, menambahkan header protokol dan meneruskan ke lapisan di bawahnya.
Pada penerima, tugas ini adalah menerima data dari lapisan di bawahnya, mengolah data sesuai fungsi protokol, mencopot header protokol tersebut dan meneruskan ke lapisan di atasnya.

Internet Protocol
Internet Protocol (IP) berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. Oleh karena itu Internet Protokol memegang peranan yang sangat penting dari jaringan TCP/IP. Karena semua aplikasi jaringan TCP/IP pasti bertumpu kepada Internet Protocol agar dapat berjalan dengan baik.
IP merupakan protokol pada network layer yang bersifat :
1. Connectionless, yakni setiap paket data yang dikirim pada suatu saat akan melalui rute secara independen. Paket IP (datagram) akan melalui rute yang ditentukan oleh setiap router yang dilalui oleh datagram tersebut. Hal ini memungkinkan keseluruhan datagram tiba di tempat tujuan dalam urutan yang berbeda karena menempuh rute yang berbeda pula.
2. Unreliable atau ketidakandalan yakni Protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. Ia hanya akan melakukan best effort delivery yakni melakukan usaha sebaik-baiknya agar paket yang dikirim tersebut sampai ke tujuan.
Suatu datagram bisa saja tidak sampai dengan selamat ke tujuan karena beberapa hal berikut:
• Adanya bit error pada saat pentransmisian datagram pada suatu medium
• Router yang dilewati mendiscard datagram karena terjadinya kongesti dan kekurangan ruang memori buffer
• Putusnya rute ke tujuan untuk sementara waktu akibat adanya router yang down
Terjadinya kekacauan routing, sehingga datagram mengalami looping
IP juga didesain untuk dapat melewati berbagai media komunikasi yang memiliki karakteristik dan kecepatan yang berbeda-beda. Pada jaringan Ethernet, panjang satu datagram akan lebih besar dari panjang datagram pada jaringan publik yang menggunakan media jaringan telepon, atau pada jaringan wireless. Perbedaan ini semata-mata untuk mencapai throughput yang baik pada setiap media. Pada umumnya, semakin cepat kemampuan transfer data pada media tersebut, semakin besar panjang datagram maksimum yang digunakan. Akibat dari perbedaan ini, datagram IP dapat mengalami fragmentasi ketika berpindah dari media kecepatan tinggi ke kecepatan rendah (misalnya dari LAN Ethernet 10 Mbps ke leased line menggunakan Point-to-Point Protocol dengan kecepatan 64 kbps). Pada router/host penerima, datagram yang ter-fragmen ini harus disatukan kembali sebelum diteruskan ke router berikutnya, atau ke lapisan transport pada host tujuan. Hal ini menambah waktu pemrosesan pada router dan menyebabkan delay.
Seluruh sifat yang diuraikan pada di atas adalah akibat adanya sisi efisiensi protokol yang dikorbankan sebagai konsekuensi dari keunggulan protokol IP. Keunggulan ini berupa kemampuan menggabungkan berbagai media komunikasi dengan karakteristik yang berbeda-beda, fleksibel dengan perkembangan jaringan, dapat merubah routing secara otomatis jika suatu rute mengalami kegagalan, dsb. Misalnya, untuk dapat merubah routing secara dinamis, dipilih mekanisme routing yang ditentukan oleh kondisi jaringan dan elemen-elemen jaringan (router). Selain itu, proses routing juga harus dilakukan untuk setiap datagram, tidak hanya pada permulaan hubungan. Marilah kita perhatikan struktur header dari protokol IP beserta fungsinya masing-masing.
Setiap protokol memiliki bit-bit ekstra diluar informasi/data yang dibawanya. Selain informasi, bit-bit ini juga berfungsi sebagai alat kontrol. Dari sisi efisiensi, semakin besar jumlah bit ekstra ini, maka semakin kecil efisiensi komunikasi yang berjalan. Sebaliknya semakin kecil jumlah bit ekstra ini, semakin tinggi efisiensi komunikasi yang berjalan. Disinilah dilakukan trade-off antara keandalan datagram dan efisiensi. Sebagai contoh, agar datagram IP dapat menemukan tujuannya, diperlukan informasi tambahan yang harus dicantumkan pada header ini.
»»  READMORE...

Tugas 2 Protokol sistem oprasi

 1. Protokol sistem Nouvelnetware :
      1. IPX: Internetwork Packet Exchange Routing dan protokol-protokol jaringan di
         lapisan 3.
      2. SPX: sequencing paket protokol Exchange – Kontrol protokol pada lapisan
         transport (lapisan 3) untuk dapat diandalkan, berorientasi sambungan 
         transmisi datagram. SPX serupa dengan TCP pada TCP / IP suite.
      3. NCP: (Network Core Protocol ) Jaringan Core Protokol adalah serangkaian
         kegiatan rutin server aplikasi yang dirancang untuk memenuhi permintaan
         yang datang.
      4. NetBIOS: Network Basic Input / Output System (NetBIOS) sesi-lapisan
         spesifikasi interface dari IBM dan Microsoft.
      5. NetWareapplication-lapisan layanan: Penanganan NetWareMessage Service
        (NetWare MHS), Btrieve, NetWare loadable Modul (NLMs), dan berbagai fitur
        konektivitas IBM.
   2. Protokol sistem Windows :
      1. IPX / SPX.
      2. NetBEUI.
   3. Protokol sistem Apple :
      1. AppleTalk Filing Protocol.
»»  READMORE...

PR dan penjelasan siynal analog dan digital

Selasa, 10 Januari 2012

PENJELASAN

Sinyal Analog ( Definisi )

Jenis sinyal yang pertama adalah sinyal analog , apa definisi / arti dari sinyal analog itu?? Sinyal analog adalah suatu sinyal dimana salah satu besaran karakteristiknya mengikuti secara kontinyu perubahan dari besaran fisik lainnya yang melambangkan informasi, secara fisik sinyal analog berarti selalu mempunyai nilai di sepanjang waktu. Karakteristik yang dimiliki oleh sinyal analog antara lain : Amplitudo, frekuensi dan fasenya.

( Contoh sinyal analog 1 )

( Sebuah sinyal analog tidaklah harus sempurna seperti pada contoh 1 )





Definisi menurut saya
Sinyal analog adalah sinyal data dalam yang sinyal nya mengikuti dalam bentuk yang kontinyu atau berkelanjutan. yang membawa sebuah data yang di uraikan menjadi frekwensi





Sinyal Digital ( Definisi )

Sinyal digital, sebenarnya apa sih sinyal digital itu?? apa definisi dari sinyal digital?? Sinyal digital adalah sebuah sinyal diskrit dimana informasinya dilambangkan oleh sejumlah deretan sinyal diskrit yang telah ditentukan jumlahnya.



Menurut saya
Sinyal yang terdiri dari atas sederetan elemen yang berurutan terhadap waktu atau yang lebih familiar di sebut sinyal diskrit, di mana setiap data nya di lambang kan dengan beberapa sinyal diskrit tertentu baik jumlah dan waktu nya.
















»»  READMORE...

* * * * * * * Management Bandwidth dengan Squid (sederhana)

Rabu, 28 September 2011

Management Bandwidth dengan Squid (sederhana)

pembatasan bandwidth dengan cara konfigurasi squid dan access-list di dalamnya, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan... Langkah termudah yang harus dilakukan adalah identifikasi jaringan terlebih dahulu. Apakah jaringan tersebut sudah memiliki server, berapa PC yang dikelola server atau yang akan dikelola, berapa bandwidth yang diterima dari ISP (contoh: speedy), berapa bandwidth yang akan dibatasi beserta keterangannya, dan peralatan apa saja yang ada di dalam jaringan? (wireless, access-point, router, switch, mcm2...).

Setelah itu barulah kita menentukan topologi jaringan yang akan dibentuk...
Kebanyakah jaringan bertoplogi star dengan berbagai kondisi.
Bila bandwidth yang didapat dari ISP adalah 384kbps (speedy)..
...dan bila komputer yang akan dibatasi berjumlah 20...
...dengan bandwidth tiap PC dibatasi hanya sampai 20kbps...
...dan bila tidak ada syarat lain yang ingin dibuat...
...maka yang selanjutnya dibuat adalah dengan:
1. mengaktifkan squid, dengan perintah: squid -D
2. cek squid dengan mengetik: squid
3. sebelum semua dilakukan, jangan lupa menjadi root terlebih dahulu...
4. buka squid.conf di /etc/squid/squid.conf
5. tambahkan di dalamnya pengaturan yang kita inginkan...

...ada beberapa komponen pengaturan didalam squid.conf...
* acl: access-list... tempat mendeklarasikan daftar akses yang akan diatur...
contoh:

acl komputerku src 192.168.1.50/32

...artinya access-list yang bernama "komputerku" dengan ip "192.168.1.50"... didaftarkan...

* http_access: akses terhadap http port 80 (biasanya)... mengizinkan acl yang akan dideklarasikan untuk membuka port 80
contoh:

http_access allow komputerku

...artinya acl "komputerku" diizinkan membukan port 80 atau browsing internet...
...tidak semua access-list bisa diizinkan untuk membuka port 80, untuk mengantisipasi user/ klien yang bande, kita bisa mem-band access-list atau pc-klien tersebut... cukup efektif sebenarnya...
contoh:

http_access deny komputerku

...artinya... mati deh lu!

* delay_pools: pembuatan kelas atau pools bila bandwidth yang dibatasi bermacam-macam kelas kecepatan
contoh:

delay_pools 2

...artinya... ada dua pools atau kelas dengan dua akses kecepatan yang berbeda...

* delay_class: pembuatan kelas akses, turunan dari delay_pools, jika delay_pools dideklarasikan dua (seperti diatas), maka delay_class pun akan ada dua...
contoh:

delay_class 1 1

...artinya delay kelas pertama dengan pengaturan bandwidth hanya satu jenis kecepatan...

* delay_parameters: pembuatan parameter kecepatan kelas yang sedang dibuat...
contoh:

delay_parameters 1 8000/8000

...artinya pada kelas pertama terdapat satu jenis kecepatan yang diatur, dan besarnya bandwidth yang diatur atau yang diberikan hanya sampai 8000/8000, atau 64kbps/64kbps (8x8000=64000)... 8000 yang pertama berarti kecepatan bandwidth target yang harus dicapai... sedangkan 8000 yang kedua adalah target bandwidth yang bisa dipenuhi klo jaringan lagi asoy-geboy-nyantei...

* delay_access: akses klien yang dibatasi pada pada kelas tersebut...
contoh:

delay_access 1 allow komputerku

...artinya pada kelas akses 1 (pertama) dengan parameter 1 (pertama) akses klien yang terdaftar pada acl dengan nama "komputerku" diperbolehkan menggunakan bandwith sebesar parameter sebelumnya...

delay_access 1 deny all

..artinya selain akses list yang didaftarkan diatas... semua IP yang tidak terdaftar tidak diperbolehkan mengakses internet...
...tapi... kita harus membuat acl dulu seperti:

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0

...artinya semua IP versi 4 didaftarkan...

jadi...
contoh utuhnya...
(dengan catatan semua konfigurasi awal tidak dihapus... dan hanya ditambahkan)

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl komputerku src 192.168.1.50/32
acl komputermu src 192.168.1.100/32

http_access allow komputerku
http_access allow komputermu

delay_pools 2

delay_class 1 1
delay_parameters 1 8000/8000
delay_access 1 komputerku
delay_access 1 deny all

delay_class 2 1
delay_parameters 2 12000/12000
delay_access 2 komputermu
delay_access 2 deny all

http_access deny all
»»  READMORE...

membatasi bandwith pada ip tertentu squid proxy redhat 9

pertama kita harus lakukan settingan awal dan instalasi proxy nya dulu seperti yg sudah kita bahas sebelum nya pada Setingan dasar squid jika belum melihat silakan saja melihat... okay ^_^

nah sekarang kita mulai setting nya

pertama kita lihat pada daftar acl nya saja langsung dengan cara
tekan esc lalu ketik /acl all src

gitu cara search nya pada squid..  

setelah itu tambah kan pada acl nya ip yg akan di block.. karena tugas saya yg akan di block itu 192.168.5.2
maka tambah kan

acl blok src 192.168.5.2

tepat di bawah acl all src

tambah kan juga

http_access allow blok

di bawah nya http_access allow all

tambah kan juga

http_reply_access allow blok

di bawah http_access allow all

tambah kan juga


icp_access allow blok

di bawah icp_access deny all

nah kalo sudah kita buat itu semua sekarang kita buat peraturan nya pada DELAY POOLS

pertama kita cari dulu
/delay_pools
seperti cara di atas

kalo udah kita tambah kan
delay_pools 1

terus kita tambah juga pada delay cass
delay_class 1 2

terus kita tambah jugapada delay access
delay_access 1 allow blok
delay_access 1 deny all


tambah lagi pada delay parameters
delay_parameters 1  -1/-1  250/250 (ini sama dengan bandwith 250 byte*8 = 2 kbps)


setelah itu save (wq) dan restart squid nya (service squid restart)... beres...

»»  READMORE...

setingan dasar squid redhat 9 dan trans parasi proxy

Senin, 26 September 2011


Buka pagar pada
http_port 3128

pada ICP port buka pagar nya dang anti menjadi 0
icp_port 0

buka pagar pada
cache_mem 64 MB

buka pagar dan ganti pada
cache_swap_low 85
cache_swap_high 95

buka pagar pada
maximum_object_size 4096 KB

buka pagar pada
minimum_object_size 8 KB

buka pagar pada
maximum_object_size_in_memory 42 KB

buka pagar pada
cache_dir ufs  /home/squid 4096 16 256

buka pagar pada
cache_acces_log  /var/log/squid/access.log

buka pagar pada
cache_log  /var /log/squid/cache.log

buka pagar pada
cache_store_log  /var/log/squid/store.log

buka pagar pada
negative_ttl 2 minutes

tambah acl nya dengan
acl lan src [ip eth1]/255.255.255.0

buka pagar pada
http_access allow manager localhost
http_access deny manager

buka pagar pada
http_access deny !safe_ports

buka pagar pada
http_access deny CONNECT !ssl_ports

buka pagar ganti dan tambahkan
http_access allow localhost
http_access allow all
http_access alow lan

buka pagar dan tambah kan pada
http_reply_access allow all
http_reply_access allow lan

buka pagar dan tambahkan pada
icp_access deny all
icp_access allow lan

buka pagar dan ubah pada
cache_mgr root >>>>menjadi>>> cache_mgr [nama mu]

buka pagar pada
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid

buka pagar pada
visible_hostname  [nama terserah]

buka pagar dan tambah kan pada
httpd_accel_host virtual
httpd_accel_port 80

buka pagar pada
httpd_accel_with_proxy on

buka pagar pada
forwarded_for on

setelah itu save
tekan esc lalu :wq  

restart squid nya
service squid restart 
»»  READMORE...

Step by step configure SQUID proxy to block HTTP request to specific web pages or web site.

Senin, 19 September 2011


This article show step to configure Squid proxy server to block client from accessing specific web address (to block URL address).  Open and edit the configuration file of Squid proxy server that usually located under /etc/squid/squid.conf..

1.  Find and edit ACCESS CONTROL part and put in the ( acl bad_url dstdomain "/etc/squid/bad-sites.squid" ) as shown in example below.

# ACCESS CONTROLS
# ---------------------------
----------- **** +++++
#Examples:
#acl macaddress arp 09:00:2b:23:45:67
#acl myexample dst_as 1241
#acl password proxy_auth REQUIRED

#acl fileupload req_mime_type -i ^multipart/form-data$
#acl javascript rep_mime_type -i ^application/x-javascript$
#
#Recommended minimum configuration:
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl SSL_ports port 443 2083 563
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 2083 563 # https, snews
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl CONNECT method CONNECT
acl FTP proto FTP
acl bad_url dstdomain "/etc/squid/bad-sites.squid"

2.  Then put the (http_access deny bad_url) on http_access part.

# TAG: http_access
# Allowing or Denying access based on defined access lists
#
# Access to the HTTP port:
# http_access allow|deny [!]aclname ...
#
# NOTE on default values:
#
# If there are no "access" lines present, the default is to deny
# the request.
#
# If none of the "access" lines cause a match, the default is the
# opposite of the last line in the list. If the last line was
# deny, the default is allow. Conversely, if the last line
# is allow, the default will be deny. For these reasons, it is a
# good idea to have an "deny all" or "allow all" entry at the end
# of your access lists to avoid potential confusion.
#
#Default:
# http_access deny all
#
#Recommended minimum configuration:
#
# Only allow cachemgr access from localhost
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access deny bad_url

3.  Then save and exit the Squid configuration file.

4.  Create file new file called bad-sites.squid and then enter sites URI that clients not suppose to access, save and exit the file:.

[root@cempakasari ~]# cat /etc/squid/bad-sites.squid
...
.fanfiction.net
.meebo.com
.playboy.com
.myspace.com
[root@cempakasari ~]#

5.  Restart or reload the Squid proxy server to make sure the new configuration apply.

RESTART:
[root@linux fedora]# /sbin/service squid stop
[root@linux fedora]# /sbin/service squid start

RELOAD:
[root@linux fedora]# /sbin/service squid reload

6.  Then point the browser URL adrress to the site that you put in the bad site list to verify the changes that you made
»»  READMORE...