Teknologi Jaringan VoIP

Senin, 18 Oktober 2010

IP telephony atau yang biasa dikenal Voice Over IP merupakan teknologi pengiriman Voice ( dimungkinkan juga untuk tipe data multimedia yang lain) secara real time, antara dua atau lebih user dengan melewati jaringan yang menggunakan protokol-protokol internet.


diagram voip.jpg

Konfigurasi VoIP
a. Konfigurasi phone to phone Konfigurasi ini menghubungkan antara telepon dengan telepon dengan melewati jaringan IP dengan menggunakan perangkat VoIP Gateway yang berfungsi untuk melakukan konversi voice menjadi data dengan proses paketisasi dan sebaliknya
b. Konfigurasi PC to PC Konfigurasi menghubungkan antara terminal PC dengan PC lainnya menggunakan perangkat router. Proses encoding, kompresi, dan enkapsulasi terjadipada PC. Sedangkan router bertugas mengenali IP Address tujuan yang terdapat pada datagram dan merutekan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.Aplikasi yang digunakan pada terminal PC menggunakan software softphone atau berupa aplikasi tertentu seperti Neetmeeting atau sejenisnya.
c. Konfigurasi Phone to PC atau sebaliknya Konfigurasi ini menghubungkan antara terminal PC dengan terminal telepon atau sebaliknya dengan menggunakan suatu gateway untuk proses konversi suara menjadi data dan sebaliknya. Konfigurasi ini dapat menghubungkan antara terminal user dengan basis PSTN dengan terminal user yang berada di jaringan IP.
Protokol VoIP
Protocol VoIP secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu Control/signaling dan data voice.
a. Control VoIP adalah trafik yang berfungsi untuk menghubungkan dan menjaga trafik yang sebenarnya yaitu berupa data voice. Juga menjaga seluruh operasi jaringan (router to router communications). Dikenal juga dengan istilah Packet Signalling.
layer voip.jpg


b. Data Voice adalah trafik user berupa informasi yang disampaikan end-toend yang dikenal juga sebagai Packet Voice. Voip menggunakan Ip sebagai “Basic Transport”, pada layer transport VoIP menggunakan UDP
Kompresi
Dalam teknologi VoIP kompresi berfungsi untuk mengurangi jumlah bandwidth yang dibutuhkan pada setiap panggilan dan sekaligus berfungsi untuk meningkatkan jumlah panggilan/user. Dalam teknik kompresi terdapat juga beberapa mekanisme untuk menunjang QoS diantaranya adalah :Voive Activity Detection (VAD) dan Compressed RTP (CRTP).  Pada tabel menunjukkan beberapa variasi codec beserta besar paylaod yang dimiliki.


besar payload tiap codec.jpg

ADI NARISWARA_ 211060001
ANALISIS PERFORMANSI VoIP IPv4 DAN IPv6 PADA JARINGAN BROADBAND WiMAX
PERFORMACE ANALYSIS VoIP IPv4 and IPv6 OVER WiMAX BROADBAND NETWORK

»»  READMORE...

SENJATA TEKNOLOGI TERBARU UNTUK TANGANI MASA BRINGAS..!!!!

SENJATA ENERGI PANAS

Pemerintah US membuat terobosan baru ketika mereka memperkenalkan sebuah senjata baru yang sedang mereka kembangkan , dengan nama Active Denial System. Senjata ini bisa digunakan untuk membubarkan kerumunan massa/keributan tanpa harus melukai mereka. Departemen Pertahanan minggu lalu mempertunjukkan kebolehan senjata baru mereka dalam sebuah demonstrasi terbuka. Active Denial System menggunakan sebuah antenna segi delapan untuk mengarahkan gelombang energi yang tidak terlihat kearah target. Gelombang tersebut kemudian menyebabkan sensasi terbakar kepada tubuh (130 derajat F), menyebabkan (para) target untuk berlari mencari perlindungan. Tidak ada efek permanent kepada kesehatan, paling tidak itu menurut juru bicara Departemen Pertahanan.“ Senjata ini adalah sebuah tekhnologi terobosan baru yang akan memberikan pasukan kami sebuah kemampuan yang belum mereka punyai saat ini.
 

Kami mengharapkan senjata ini akan digunakan pada angkatan bersenjata kami paling cepat pada tahun 2010.” Jelas Theodore Barna, deputi asisten dibawah Mentri pertahanan, kepada Rueters.Active Denial System yang juga efektif diatas 500 meter ini menghabiskan dana sebesar 60 juta dollar .

Gelombang elektromagnetik ini dipancarkan oleh sebuah transmitter (Gambar 1) dan kemudian merambat pada kecepatan cahaya (300.000 km per detik) sambil membawa energi yang hanya mampu menembus permukaan kulit sejauh 0,04 cm. Energi elektromagnetik ini hanya menyebabkan kita secara spontan merasakan sakit seperti disengat panas pada titik di permukaan kulit yang terkena pain beam. 

Energi ini tidak cukup untuk merusak atau melukai tubuh lebih jauh, apalagi sampai menembus organ tubuh. Pain beam ini tidak menyebabkan terjadinya luka yang berkepanjangan maupun kerusakan kulit/organ/tubuh dalam jangka panjang. Rasa sakit/panas yang kita rasakan sama dengan rasa sakit/panas yang kita rasakan jika kita menyentuh sebuah bohlam yang panas karena sudah menyala beberapa jam. Setelah beberapa menit sensasi panasnya pun hilang dengan sendirinya asalkan kita tidak terus memegang bohlam itu. 

Ini menunjukkan bahwa pain beam ini benar-benar bersifat non lethal dan tidak berbahaya. Para peneliti bahkan menyatakan bahwa panas akibat terkena sinar matahari yang terlalu lama (misalnya sewaktu berjemur di pantai) justru lebih berbahaya dari tembakan pain beam revolusioner ini.


Tetapi mengapa menggunakan rasa sakit? Pertimbangannya sangat sederhana! Rasa sakit sebenarnya merupakan sistem pertahanan tubuh yang paling utama. Saat kita menyentuh bohlam panas tadi kita otomatis menarik tangan kita menjauhi bohlam itu karena kita merasakan sengatan panasnya. 

Rasa sakit ini ‘memerintahkan’ kita untuk menghindari/menjauhi sumber yang menyebabkan rasa sakit tersebut. Tanpa perlu berpikir lagi kita langsung menarik tangan untuk mengurangi/menghilangkan rasa sakit itu. Inilah yang menjadi alasan utama digunakannya rasa sakit sebagai sasaran utama senjata jenis baru ini. 

Sewaktu kita terkena pain beam (misalnya secara tidak sengaja) kita otomatis berlari
menjauhinya (secara refleks). Karena kita langsung menjauhinya, kita pun langsung terbebas dari sengatan panasnya sehingga gelombang elektromagnetik ini tidak bisa menyengat kita lebih lama dan tidak dapat menyebabkan kerusakan permanen akibat kontak yang terlalu lama. 

Sewaktu kita merasakan sengatannya pun kita biasanya secara spontan langsung menutup/mengejapkan mata sehingga mata kita tidak akan tertembak pain beam secara tidak sengaja.

Saat ada kerusuhan tidak perlu lagi ada peluru nyasar yang melukai manusia, atau bahkan meminta nyawa orang-orang tidak bersalah yang kebetulan sedang berada di lokasi yang berdekatan. Inilah bentuk senjata non lethal yang paling ideal dan mendekati senjata impian semacam phaser kru Enterprise. Inilah sebabnya dunia militer pun ikut-ikutan semangat mengembangkan teknologi ini.

Humvee (High-Mobility Multi-purpose Wheeled Vehicle) seperti pada Gambar 1 merupakan salah satu impian dunia militer yang tidak ingin terus-menerus berurusan dengan pertumpahan darah. Pain beam dipasang pada humvee sehingga sistemnya akan disebut sebagai Vehicle-Mounted Active-Denial System (VMADS).

Nantinya pain beam dapat dipasang di berbagai kendaraan termasuk pesawat terbang, dan berbagai lokasi lainnya yang membutuhkan sistem pengamanan yang lebih aman dari senjata api dan pistol yang sudah sering memakan korban jiwa

Gelombang elektromagnetik ini dipancarkan oleh sebuah transmitter (Gambar 1) dan kemudian merambat pada kecepatan cahaya (300.000 km per detik) sambil membawa energi yang hanya mampu menembus permukaan kulit sejauh 0,04 cm. Energi elektromagnetik ini hanya menyebabkan kita secara spontan merasakan sakit seperti disengat panas pada titik di permukaan kulit yang terkena pain beam.

Energi ini tidak cukup untuk merusak atau melukai tubuh lebih jauh, apalagi sampai menembus organ tubuh. Pain beam ini tidak menyebabkan terjadinya luka yang berkepanjangan maupun kerusakan kulit/organ/tubuh dalam jangka panjang. Rasa sakit/panas yang kita rasakan sama dengan rasa sakit/panas yang kita rasakan jika kita menyentuh sebuah bohlam yang panas karena sudah menyala beberapa jam. 

Setelah beberapa menit sensasi panasnya pun hilang dengan sendirinya asalkan kita tidak terus memegang bohlam itu. Ini menunjukkan bahwa pain beam ini benar-benar bersifat non lethal dan tidak berbahaya. Para peneliti bahkan menyatakan bahwa panas akibat terkena sinar matahari yang terlalu lama (misalnya sewaktu berjemur di pantai) justru lebih berbahaya dari tembakan pain beam revolusioner ini.

Tetapi mengapa menggunakan rasa sakit? Pertimbangannya sangat sederhana! Rasa sakit sebenarnya merupakan sistem pertahanan tubuh yang paling utama. Saat kita menyentuh bohlam panas tadi kita otomatis menarik tangan kita menjauhi bohlam itu karena kita merasakan sengatan panasnya. 

Rasa sakit ini ‘memerintahkan’ kita untuk menghindari/menjauhi sumber yang menyebabkan rasa sakit tersebut. Tanpa perlu berpikir lagi kita langsung menarik tangan untuk mengurangi/menghilangkan rasa sakit itu. Inilah yang menjadi alasan utama digunakannya rasa sakit sebagai sasaran utama senjata jenis baru ini. Sewaktu kita terkena pain beam (misalnya secara tidak sengaja) kita otomatis berlari

menjauhinya (secara refleks). Karena kita langsung menjauhinya, kita pun langsung terbebas dari sengatan panasnya sehingga gelombang elektromagnetik ini tidak bisa menyengat kita lebih lama dan tidak dapat menyebabkan kerusakan permanen akibat kontak yang terlalu lama. Sewaktu kita merasakan sengatannya pun kita biasanya secara spontan langsung menutup/mengejapkan mata sehingga mata kita tidak akan tertembak pain beam secara tidak sengaja.

Saat ada kerusuhan tidak perlu lagi ada peluru nyasar yang melukai manusia, atau bahkan meminta nyawa orang-orang tidak bersalah yang kebetulan sedang berada di lokasi yang berdekatan. Inilah bentuk senjata non lethal yang paling ideal dan mendekati senjata impian semacam phaser kru Enterprise. Inilah sebabnya dunia militer pun ikut-ikutan semangat mengembangkan teknologi ini.

Humvee (High-Mobility Multi-purpose Wheeled Vehicle) seperti pada Gambar 1 merupakan salah satu impian dunia militer yang tidak ingin terus-menerus berurusan dengan pertumpahan darah. Pain beam dipasang pada humvee sehingga sistemnya akan disebut sebagai Vehicle-Mounted Active-Denial System (VMADS). Nantinya pain beam dapat dipasang di berbagai kendaraan termasuk pesawat terbang, dan berbagai lokasi lainnya yang membutuhkan sistem pengamanan yang lebih aman dari senjata api dan pistol yang sudah sering memakan korban jiwa
»»  READMORE...

Kembangkan 'Senjata Baru', Facebook Mulai Ancam Foursquare

SAN FRANCISCO (Berita SuaraMedia) - Facebook tengah mengancam Foursquare dan Gowalla, Situs besutan Mark Zuckerberg itu bahkan disebut-tengah sudah mempersiapkan amunisi baru untuk menghadang laju Foursquare yang tengah menjadi primadona di ranah jejaring sosial berbasis lokasi.

Diberitakan Cnet, Facebook kabarnya akan segera meluncurkan sebuah API (Application Programming Interface) geolokasi yang memungkinkan penggunanya untuk mengupdate status beserta lokasi di mana mereka berada.

Para pengembang aplikasi pun nantinya akan dapat menggabungkan API tersebut ke aplikasi kreasi mereka untuk menawarkan layanan dan game berbasis lokasi kepada pengguna.

Meski tidak membenarkan dengan lantang kabar yang berhembus tersebut, namun pihak Facebook mengakui tengah membuat sebuah layanan berbasis lokasi. Sayangnya, mereka enggan berkomentar lebih jauh.
"Kami sedang bekerja pada lokasi dan integrasi fitur produk, yang kami akan launching dalam beberapa bulan mendatang, dan kami akan berbagi informasi lebih lanjut jika diperlukan," terang juru bicara Facebook Larry Yu, seperti yang diberitakan Telegraph.

Namun, ketika fitur baru itu diluncurkan nantinya, maka itu akan merupakan ancaman besar bagi jaringan sosial berbasis lokasi, seperti Foursquare dan Gowalla, yang baru mulai lepas landas.

Memang layanan sejenis Foursquare, tengah mendapatkan ancaman dari pemain besar seperti Facebook dan Twitter, karena mereka berencana untuk menambahkan fitur lokasi untuk menarik pengguna yang lebih banyak lagi.

Namun demikian, Dennis Crowley, pendiri Foursquare tetap santai ketika kunci fitur dalam layanannya akan diadopsi situs lain, dan itu akan mengancam keberadaan mereka.

"Orang mulai bermain di lokasi yang lebih, Foursquare tetap unik karena orang-orang menggunakannya untuk alasan yang berbeda Mereka menggunakannya untuk bermain game,. menemukan menawarkan, memberitahu teman-teman di mana mereka dan menemukan tempat-tempat baru," tegas Dennis.

"Sedangkan di Twitter, orang saling menceritakan pikiran mereka yang lain, sedangkan pada Foursquare kita membangun insentif dan mendapatkan 'hadiah' untuk mendorong orang untuk mencoba tempat-tempat baru," tandasnya.
Sebuah sumber terpercaya mengklaim para teknisi Facebook bekerja sama dengan Localeze untuk mengembangkan fitur ini. Localeze merupakan perusahaan yang mendukung direktori 'Places' pada Twitter, yang memungkinkan pengguna Twitter menyertakan lokasi pada tweet mereka.(ar/ok/dt/tmp) www.suaramedia.com
»»  READMORE...

Google Kembangkan Mobil yang Bisa Menyetir Sendiri

Google memang raksasa dunia yang siap mendominasi dan mengembangkan teknologi yang mungkin bagi orang lain masih dalam batas imajinasi saja. Berawal dari sebuah website search engine nya yang meraih sukses luar biasa, Google mulai mengembangkan software-software mumpuni yang mengubah cara manusia seluruh dunia menjalani gaya hidup. Dari yang sederhana seperti sitenya yang memang mampu mengumpulkan segala macam informasi di dunia, sampai software seperti Google Earth yang mampu memantau bumi dari luar angkasa, atau mungkin sistem operasi Android yang mulai meraih simpati dan ketertarikan pengguna handset mobil di seluruh dunia. Google menjadi tidak hanya sebuah perusahaan, tetapi menjadi bagian dari sebagian besar manusia itu sendiri.
Google sendiri sebenarnya tidak membatasi diri berperan sebagai developer software yang mumpuni saja, tetapi mulai menjajaki penelitian dan pengembangan teknologi-teknologi terkini dari semua aspek kehidupan manusia. Lihat saja proyek internet 1 Gbps yang sedang direncanakan untuk dirilis secara komersial. Dan tidak hanya itu, kali ini Google memperlihatkan teknologi terbaru yang sedang mereka kembangkan, dan yang pastinya mencengangkan.


Dengan menggunakan sebuah Toyota Prius yang sudah dimodifikasi dengan sedemikian rupa, Google sedang mengujicobakan sebuah prototipe software sistem kemudi yang memungkinkan mobil untuk mengendarai dirinya sendiri tanpa campur tangan manusia sama sekali. Software inteligensia buatan ini dibangun untuk dapat mendeteksi semua hal yang berada di sekitar mobil dan mampu mengambil keputusan yang serupa dengan keputusan yang biasa diambil oleh manusia ketika sedang berlalu-lintas.
Proyek ini sendiri merupakan proyek rahasia yang sedang dikerjakan oleh Google. Google sendiri mengaku sudah melakukan ujicoba terhadap tujuh buah mobil, dan semuanya dapat mengendarai dirinya sendiri tanpa mengalami masalah apapun sejauh 1.000 mil perjalanan, bahkan melalui jalan yang curam dan penuh tikungan sekalipun. Yang membuatnya lebih menarik, sistem ini memiliki beberapa kepribadian menyetir yang bisa diipilih, dari “Hati-Hati” yang membuat mobil Anda bergerak lebih lambat namun menjaga jarak dengan kendaraan lain, atau “Agresif” yang membuat mobil Anda selalu ingin mendahului kendaraan yang berada di depan. Jika Anda cukup khawatir untuk menyerahkan nasib hidup Anda pada sebuah mobil yang menyetir sendiri, Anda tidak perlu takut karena Google akan memungkinkan siapapun yang duduk di belakang kemudi untuk mengambil alih jika sistem ini mengalami masalah.
Satu hal yang lebih mengagumkan adalah semua ujicoba yang tidak mengalami masalah yang berarti itu dilakukan secara langsung di jalan raya yang dipenuhi pengguna jalan yang lain. Sistem ini sendiri dibangun oleh kurang lebih 15 teknisi ahli dari Google sendiri yang bertujuan untuk menciptakan keadaan mengemudi yang lebih aman karena software sistem tidak akan mengalami kelelahan dan rasa kantuk seperti yang sering dikeluhkan manusia, serta mampu memberikan reaksi yang lebih cepat.

Walaupun belum direncanakan akan diproduksi dalam skala besar dan ditujukan untuk tujuan komersial, tetapi Google sudah memulai sebuah inovasi yang akan memberikan gambaran seperti apa masa depan nantinya.
»»  READMORE...

Korea Sedang Kembangkan eBook 3 Dimensi !

Dunia 3 Dimensi yang semakin berdampak di kehidupan kini memang semakin dirasakan, dari mulai TV home industri game, dan kini telah merambah juga ke dunia membaca e-book di Korea, diperkirakan ini akan ada dalam waktu dekat.

Ilmuan Korea telah mengembangkan teknologi 3D untuk ebook mereka, sehingga gambar-gambar tokoh yang ada akan telihat lebih interaktif dan semakin terlihat nyata.

Teknologi 3D ebook ini dikembangkan oleh Gwangju Institute of Science and Technology untuk melakukan animasi atas dua buku cerita anak-anak di Korea, dengan karakter naga dan pahlawan yang berada di atas pegunungan.

"Kami membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk mengembangkan perangkat lunak untuk ini," ujar Kim Sang-Cheol, pemimpin tim proyek ebook 3D ini. "Ini akan butuh waktu untuk memasarkan teknologi ini kepada masyarakat umum," Kim menambahkan, dengan yakin bahwa teknologi ini akan cukup terjangkau untuk pasar massal.
»»  READMORE...

Jepang Kembangkan Internet Kecepatan 32 Miliar Kbps

Sebuah teknologi optik baru sedang diujicoba di Jepang. Dahsyatnya, teknologi itu mampu mencapai kecepatan 30 Terabit per detik (Tbps) atau lebih dari 32 Miliar Kbps.

Uji coba itu telah dilakukan oleh KDDI R&D Labs bersama National Institute of Information and Communications Technology (NICT) di Jepang. Teknologi yang diujicoba memanfaatkan transmisi bernama OFDM alias orthogonal frequency division multiplex.

Sekadar pembanding, kecepatan koneksi internet saat ini masih jauh –sangat jauh– dari yang dicapai dalam ujicoba tersebut. Kecepatan 500 kilobit per detik (Kbps), misalnya, sudah termasuk lumayan untuk penggunaan normal sehari-hari. Sedangkan rata-rata kecepatan internet di dunia, berdasarkan data akhir 2008, adalah 1.5 Mbps atau 1500 Kbps.

Nah, 30 Terabit per detik itu kurang lebih setara dengan 32 miliar kilobit per detik. Dengan kecepatan seperti ini, per detiknya data yang sanggup dikirimkan mencapai 3,9 juta MB, atau hampir 1.000 keping DVD film per detiknya.

ujicoba itu dilakukan pada jarak 240 kilometer, artinya bukan sekadar ujicoba jarak dekat. Rencananya KDDI akan mengkomersialkan teknologi ini pada 2012.
»»  READMORE...

Apple sedang Kembangkan iNewspaper

CALIFORNIA - Apple, perusahaan komputer raksasa yang telah merevolusi musik dengan iTunes digital music store, kini sedang mengembangkan pelayanan sejenis untuk koran.

Perusahaan tersebut sedang membuat sebuah aplikasi baru untuk iPad yang mana membolehkan para penggunanya untuk mengunduh berbagai pilihan koran elektronik, seperti yang dikutip dari Telegraph, Minggu (19/9/2010).


Layanan baru ini akan disebut sebagai iNewspaper, yang dikatakan bakal mirip dengan iBooks, electronic bookstore dari Apple.

iNewspaper bakal terpisah dari Apple App Store, yang mana versi khusus dari iPad dari beberapa koran sudah bisa diunduh.

Dipercaya bahwa Apple telah menciptakan sebuah layanan baru, yang membolehkan pengguna untuk mengakses beragam koran-elektronik dalam satu tempat. Selain itu Apple juga dipercaya telah menciptakan sebuah software untuk membuat lebih mudah dan murah bagi para penerbit untuk membuat koran dan majalah dalam format digital yang menarik, dengan foto dan video beresolusi tinggi.

Apple berharap bahwa layanan terbaru mereka (yang untuk sementara bakal hanya tersedia di AS saja), akan membantu meningkatkan penjualan iPad.

Kini Apple sedang berdiskusi dengan para penerbit, mengenai royalti pembagian keuntungan.
(srn)
»»  READMORE...